Saya Pakai Baju Merah ya…
Saya mulai memakai internet sejak 2000. Saat itu aplikasi chatting yang populer adalah MIRC. Awalnya saya tidak punya nickname yang tetap, sampai akhirnya saya memilih nama “Martinez.” Dalam memilih teman chat lebih berdasarkan nama tapi memperdulikan dari room mana. Yang kelihatanya nama bagus, langsung dijadikan teman chat.
Sampai akhirnya dapat teman chat yang asyik, sebut saja namanya Isabella. Dari pengakuanya dia masih kuliah di fakultas Hukum UI. Setelah beberapa kali chat dan saling telepon, ternyata suaranya merdu. kemudian kami berjanji bertemu di dekat tempat tinggalnya di bilangan Bekasi. Kebetulan salah satu sobat akrab punya pacar di Bekasi. Akhirnya saya pergi berdua dengan sahabat saya.
Setelah sampai di lokasi, saya menghubungi dia lewat wartel di dekat sebuah Pos satpam. Saat itu ponsel masih merupakan barang mahal dan kamera digital belum umum, sehingga kami belum pernah melihat wajah masing-masing. Tidak lama berjalan dua gadis remajadi depan saya menuju Wartel. Salah satunya berwajah hitam manis dan berhidung mancung, sedangkan satunya berbadan gemuk. Cukup menggoda nih si hitam manis pikir saya.
Tidak lama kemudian ponsel saya berdering dari Isabella, saya katakan saya dalah cowok yang berkaos biru yang sedang duduk di pos satpam. Tidak lama kedua gadis remaja tadi menghampiri kami. Langsung saya bertanya pada mereka “Isabella ya ?” kemudian gadis yang berbadan gemuk menjawab “bukan, dia tuh yang Isabella.” Tetapi gadis yang satunya menjawab “Elo begitu ya sama gue ? kalo tahu begini gue ngak temanin kesini”
Kemudian saya melerai “Saya tahu koq yang mana Isabella, kamu kan” kata saya sambil menunjuk gadis yang gemuk. Dengan malu-malu dia menjawab “iya.” Setelah itu gadis yang hitam manis meninggalkan kami di pos satpam. Ternyata dia masih SMA kelas 2 dan namanya yang dipakai untuk chat benar-benar nama aslinya. Kemudian kami berpisah.
Setelah jauh dari Isabella, teman saya mengolok “Saya pakai baju merah ya….” (saat itu iklan tersebut sangat populer) sambil tertawa terbahak-bahak. Pengalaman pertama kopi darat.
No comments:
Post a Comment